Menurut Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, latihan bersama itu dilakukan untuk mengantisipasi serangan teroris model baru. ''Kita mewaspadai model serangan seperti di Mumbai, India, yang terjadi secara sporadis,'' kata Djoko saat meninjau latihan di Hotel Borobudur, Jakarta. Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri menyaksikan latihan bersandi Waspada Nusa Dua tersebut.
Serangan pada 2008 di Mumbai, India, memang membidik target terpisah. Ada delapan target yang diserang saat itu. Di antaranya, dua hotel mewah, stasiun kereta api, dan tempat ibadah kaum Yahudi.
Menurut panglima, serangan ala Mumbai bisa saja dilakukan kelompok teroris di Indonesia. ''Kita siap menghadapi kemungkinan terburuk,'' kata jenderal alumnus Akmil 1975 itu.
Kemarin di Hotel Borobudur, tim khusus antiteror Kodam Jaya menyimulasikan pembebasan tamu hotel dari sandera teroris. Kelompok yang meminta tebusan USD 1 juta itu dilumpuhkan dengan teknik pendobrakan menggunakan bom bleach atau lazim disebut teknik bleaching.
Dua anggota timsus antiteror merayap dari atas hotel menuju kamar para teroris. Mereka membawa dua bom dan secara serentak meledakkan kaca. Bersamaan dengan itu, tim penyergap masuk dan menyerbu melalui pintu darurat hotel.
Latihan juga dilakukan di Teluk Jakarta. Pasukan khusus Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI-AL berhasil melumpuhkan teroris yang ketika itu disimulasikan membajak tanker.
Latihan juga dilakukan di gedung Bursa Efek Jakarta oleh gabungan Tontaipur Kostrad dan Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Petang kemarin, Satgultor 81 Kopassus dan Detasemen Bravo Paskhas TNI-AU juga berlatih di Bandara Soekarno-Hatta.
Latihan serempak menanggulangi teroris tersebut diikuti satuan-satuan terbaik TNI dan Polri. Di antaranya Satuan-81 Gultor Kopassus TNI-AD, Detasemen Bravo TNI-AU, Detasemen Jala Mangkara TNI-AL, dan Detasemen Khusus 88 Polri.
Secara terpisah, mantan tahanan kasus pembajakan pesawat Woyla pada 1981, Umar Abduh, menilai latihan itu layak dilakukan karena teroris mungkin menuntut balas. ''Mereka, kalau satu pimpinannya syahid, justru bangga. Mereka berlomba untuk menjadi penerus perjuangan,'' katanya.
Pernyataan Umar itu dibenarkan sumber Jawa Pos yang tadi malam berada di Jawa Tengah untuk melacak seorang buron kasus terorisme. "Orang yang kami incar ini adalah pembangkit semangat. Istilahnya, motivator teror nomor wahid," kata perwira muda itu. ''Kalau orang ini tertangkap, insya Allah tidak ada tokoh lain yang bisa menggantikan,'' tambahnya.




Posting Komentar