''Saya akan menunaikan tugas saya kembali di Muhammadiyah,'' kata Amien saat mengumumkan jajaran MPP PAN periode 2010-2015 di Ruang FPAN, gedung DPR, Senayan, kemarin (5/3). Muhammadiyah akan bermuktamar di Jogjakarta, Juli 2010, mendatang.
Amien memberikan sinyal secara resmi akan mundur dari MPP PAN sekitar April mendatang. ''Tidak sekarang, apalagi sekarang sedang gonjang-ganjing. Jadi, sekarang ini (yang penting, Red) PAN tetap solid. Nanti akan ada press conference resmi, mungkin April,'' ujarnya.
Menurut dia, di bawah kepemimpinan Ketua Umum Hatta Rajasa dan Waketum Drajad Wibowo, PAN akan sulit berkembang bila ''pendekar-pendekar tua'' menjadi penasihatnya. Amien mengatakan, sudah hampir 12 tahun dirinya ikut merawat PAN.
''Saya yakin ada atau tidak ada saya di PAN, roh saya akan tetap ada,'' tuturnya. Sebelum berkiprah di PAN, Amien menjadi ketua PP Muhammadiyah periode (1995-2000). Pada 1998, meski periodenya saat itu belum berakhir, Amien memutuskan mundur dari ketua PP Muhammadiyah untuk mendirikan PAN. Selanjutnya, dia didapuk sebagai ketua umum DPP PAN.
Waketum DPP PAN Drajad Wibowo berharap Amien tidak mundur dari MPP. ''Buat saya, beliau lebih diperlukan di PAN. Tapi, saya nggak boleh egois juga,'' katanya. Menurut Drajad, Amien melihat aktivitas sosial Muhammadiyah perlu ditingkatkan, terutama dalam bidang pendidikan dan kesehatan.
Drajad juga mengugkapkan, persoalan tersebut sudah dibicarakan sejak lama, yakni sekitar awal Desember 2009. Dia menyatakan, Amien pernah bercerita bahwa dirinya mendapat banyak desakan dari warga Muhammadiyah agar kembali berkhidmat di ormas tersebut.
''Konsekuensinya, memang, kalau maju di Muhammadiyah, (Amien) tidak boleh merangkap jabatan di struktural partai,'' jelasnya.
Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Ahmad Rofiq mengatakan, kembalinya Amien ke pucuk pimpinan Muhammadiyah akan membawa kemunduran. Sebagai organisasi kader, menurut dia, Muhammadiyah tidak pernah kekurangan kader muda.
''Di sisi lain, Muhammadiyah juga akan setback kalau dinakhodai orang yang pernah memimpin Muhammadiyah,'' ujar Rofiq. Dia juga mengingatkan, Amien sendiri pernah bilang bahwa baju Muhammadiyah terlalu sempit baginya. Karena itu, Amien mendirikan PAN.
''Perlu dipertanyakan, kembalinya Pak Amien ini ada apa. Dari habitat politik kembali ke ormas, pasti susah meyesuaikan diri dan tinggi konflik kepentingannya,'' ujar Rofiq




Posting Komentar