Saat didesak apakah yang dimaksud adalah Umar Patek, Kapolri lagi-lagi menjawab secara diplomatis. ''Yang jelas ini satu rangkaian,'' kata orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu.
Mantan Kabareskrim itu juga menjelaskan bahwa operasi di Aceh berlanjut. ''Saat ini Kandensus 88 Brigjen Tito Karnavian berada di Aceh dan memimpin langsung operasi pengejaran,'' katanya.
Soal keterkaitan beberapa nama tersangka teroris dengan beberapa tokoh lain juga masih ditelusuri. Misalnya, hubungan Fauzi Syarief dengan Abu Jibril yang selama ini merupakan antara murid dan guru pengajian. ''Ini belum bisa disampaikan karena masih diproses,'' elak Kapolri.
Kepala Badan Intelkam Mabes Polri Irjen Saleh Saaf yang ditemui setelah jumpa pers menegaskan bahwa operasi intelijen di lapangan belum berhenti. ''Ya, memang Umar Patek belum tertangkap,'' kata jenderal dua bintang itu.
Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komjen Ito Sumardi juga menyebutkan incaran berikutnya. ''Umar Patek itu kan memang target sejak lama. Kita berdoa saja, dia segera tertangkap,'' katanya.
Menurut Ito, pengembangan di lapangan selalu dilakukan ketika ada tersangka yang tertangkap. ''Itu yang dimaksud pengembangan. Ini baru dua hari setelah kita operasi di Pamulang. Jadi masih terlalu dini untuk menjelaskan proses berikutnya. Yang jelas, kita bersyukur,'' kata jenderal tiga bintang itu.
Dua orang yang saat ini menduduki peringkat teratas buron dalam kelompok teror adalah Zulkarnaen dan Umar Patek. Zulkarnaen alias Daud adalah tokoh senior JI yang selama ini diduga merancang aksi di balik layar. Sedangkan Umar Patek adalah pasangan Dulmatin selama di Filipina. Umar Patek juga ahli merekrut orang dan mahir strategi perang gerilya.
Pengamat terorisme Al Chaidar menilai, polisi akan segera memperoleh informasi penting terhadap dua orang itu setelah Dulmatin tewas. ''Jaringannya pasti akan tercerai berai sebentar, tapi segera berkonsolidasi lagi. Kemungkinan akan dipimpin orang baru, tapi bisa juga dipimpin Zulkarnaen dan Umar Patek,'' katanya.
Menurut dosen Unsyiah, Aceh, yang mantan aktivis Darul Islam itu, orang-orang yang direkrut Dulmatin adalah mantan narapidana kasus terorisme yang menolak bekerja sama dengan polisi. ''Mereka ini juga disokong alumni konflik Ambon yang tidak diurusi dengan baik oleh pemerintah,'' katanya.




Posting Komentar