Ribuan Pelayat Iringi Pemakaman Dulmatin

Jumat, 12 Maret 2010 ·
JENAZAH Dulmatin kemarin dimakamkan. Buron tersangka teroris yang tewas dalam operasi Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Pamulang, Tangerang, Jabar, Selasa lalu (9/3) dikubur di tanah milik orang tuanya di kompleks tempat pemakaman umum (TPU) Makam Dowo Desa Loning, Kecamatan Petarukan, Pemalang.

Sebagaimana dilaporkan Radar Tegal (Jawa Pos Group), ribuan pelayat mengiringi pemakaman Dulmatin. Termasuk, para aktivis Mujahidin. Keranda jenazah meninggalkan rumah ibu kandung Dulmatin, Hj Masniyati, pukul 07.00. Sebelumnya, jenazah tiba di Jl Pasar Utara No 24 pukul 03.20 kemarin dengan pengawalan ketat polisi.

Di rumah duka, sempat terjadi insiden. Seorang pria bertindak overacting dengan mengusir sejumlah wartawan yang mendatangi rumah Hj Masniyati. Para wartawan menahan diri dan tidak memprotes.

Saat jenazah Dulmatin tiba di rumah duka, banyak tetangga melayat. Keluarga pun mengizinkan mereka melihat dari dekat dengan tertib dan antre. Wartawan juga diizinkan masuk meski tidak boleh membawa kamera.

Hingga pukul 06.30, tetangga masih diperkenankan antre untuk melihat jenazah Dulmatin. Setengah jam kemudian, jenazah dimasukkan ke dalam keranda dan dibawa dari rumah duka dengan setengah berlari ke Masjid Jami Kauman, Petarukan, Pemalang, yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah duka. Setelah disalatkan, jenazah diangkut dengan kendaraan bak terbuka menuju TPU Makam Dowo di Desa Loning yang berjarak sekitar lima km dari rumah duka.

Sepanjang perjalanan, para pelayat meneriakkan yel-yel berisi hujatan terhadap Densus 88. Mereka meneriaki Densus 88 sebagai kafir. Memasuki TPU, teriakan itu makin keras bersahutan.

Selama penguburan juga terjadi insiden kecil. Misalnya, polisi yang bertugas mengamankan lokasi di sekitar liang lahad diusir oleh para aktivis Mujahidin. Ketegangan terjadi saat seorang aktivis Mujahidin meneriaki tiga polisi dengan sebutan kafir. Akhirnya, warga pun mampu meredam ketegangan itu.

Dua anak laki-laki Dulmatin, Usamah Muhammad dan Haidar Khotob, juga nyaris diusir dari lokasi saat mereka ingin menyaksikan pemakaman ayahnya. Tetapi, aktivis Mujahidin lain menjelaskan kepada rekannya bahwa dua bocah itu merupakan anak Dulmatin.

Di mata teman-teman dekatnya, Dulmatin dinilai tewas sebagai syuhada'. Nasir Effendi, kawan dan tetangga Dulmatin di Kebondalem, Pemalang, yakin koleganya itu mati syahid. ''Meski oleh pemerintah disebut teroris, bagi saya, dia adalah syuhada' karena membela hak-hak muslim. Sebab, yang dimusuhi (Dulmatin) adalah Amerika,'' katanya.

Dia lantas mengaitkan kematian Dulmatin dengan tanda-tanda alam. Sebelum jenazah dikubur, hujan turun cukup lebat. Kamis malam (11/3), saat jenazah Dulmatin dalam perjalanan dari RS Polri Kramat Jati, Jakarta, menuju kampung halamannya, Pemalang diguyur hujan sejak sore hingga tengah malam.

''Orang yang mati syahid biasanya dikuburkan bertepatan dengan hari Jumat meski hal itu tidak direncanakan,'' ujar Nasir. Saat pemakaman kemarin, lanjutnya, cuaca justru sangat cerah. Bahkan, dia melihat awan di langit berbentuk menyerupai lafaz Allah.
Anda sedang membaca artikel tentang Ribuan Pelayat Iringi Pemakaman Dulmatin dan anda bisa menemukan artikel Ribuan Pelayat Iringi Pemakaman Dulmatin ini dengan url https://anandanurhadi.blogspot.com/2010/03/ribuan-pelayat-iringi-pemakaman.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Ribuan Pelayat Iringi Pemakaman Dulmatin ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link Ribuan Pelayat Iringi Pemakaman Dulmatin sumbernya.
| More

0 comments:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Powered By Blogger

Pengikut

Laman

 

SKY DASHBOARD | Copyright © 2009 - Blogger Template Designed By BLOGGER DASHBOARD