Pemkot Tingkatkan Anggaran Kesehatan 2010 Rp 236,17 Miliar

Rabu, 10 Maret 2010 ·
Dialog Utara Melangkah dilangsungkan di Semanggi Room Graha Pena kemarin (10/3). Pada seri kali ini, semangat untuk memajukan kesehatan di kawasan Surabaya Utara terus digalakkan. Beragam saran dan masukan pun mengalir dari berbagai unsur.

---

EMPAT narasumber kembali dihadirkan dalam dialog berseri itu. Mereka adalah Kepala Bappeko Tri Rismaharini, Kadinkes Surabaya Esty Martiana Rachmie, Direktur RSD dr M. Soewandhie Lilian Anggraeny, serta Camat Simokerto Achmad Widyantoro.

Turut hadir Ketua Dewan Redaksi Jawa Pos M. Elman serta para redaktur dan perwakilan pemasaran Jawa Pos. Anggota DPRD Kota Surabaya dan para camat di kawasan Surabaya Utara juga datang bersama para lurah serta wakil puskesmas masing-masing.

Semangat peserta tampak jelas dalam acara yang berlangsung mulai pukul 12.00 hingga 16.00 tersebut. Selain para undangan, kader-kader kesehatan dan lingkungan dari berbagai wilayah ikut hadir. Tak mau kalah, camat Simokerto juga membawa rombongan kadernya yang tampil kompak dengan pakaian hijau.

Sementara itu, meski terlambat karena kuliah, beberapa mahasiswa yang terdaftar sebagai peserta tetap hadir. Bukan hanya itu, belasan peserta yang namanya tak tercantum tetap datang dan mengisi absensi untuk mengikuti dialog.

Selepas makan siang, dialog start. Selama lebih dari sejam diskusi berlangsung dan direkam untuk SBO TV. Selama itu, empat pembicara berinteraksi langsung dengan sekitar 200 hadirin. Bahkan, Sabin Hadiwinoto, fasilitator lingkungan Kelurahan Perak Barat, memberikan bunga kepada Tri Rismaharini.

Lalu, pukul 14.00, para narasumber membeberkan data dan fakta kesehatan di kawasan yang ''identik'' dengan kemiskinan tersebut. Masing-masing narasumber diberi waktu 15 menit. Setelah itu, enam peserta terpilih melontarkan usul maupun pertanyaan mengenai kesehatan di Surabaya Utara.

Tak mau kalah dari dialog seri pendidikan pada 10 Februari lalu, serunya acara berlangsung sampai akhir. Pada sesi kuis sebagai penutup, para peserta berlomba-lomba menjawab pertanyaan untuk memperebutkan 10 suvenir dari panitia. Mereka berebut menjawab berbagai pertanyaan mengenai isi serta tema materi diskusi, tentang Jawa Pos, sampai pertanyaan mengenai peserta sendiri.

Pada kesempatan itu, Kepala Bappeko Tri Rismaharini membeberkan tingkat kemiskinan di Surabaya Utara. Sebab, penanggulangan kemiskinan menjadi salah satu landasan penentuan strategi peningkatan lingkungan dan kesehatan di kawasan utara. ''Kemiskinan secara tidak langsung juga berpengaruh terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan,'' tegasnya.

Karena itu, Risma menyatakan, pihaknya saat ini juga berencana meningkatkan insentif bagi para kader kesehatan yang memang tergolong minim. Saat ini, para kader tersebut hanya mendapat honor Rp 25 ribu per bulan. Padahal, kader yang berasal dari masyarakat itu bekerja secara sukarela untuk mengelola posyandu serta memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. '' Saya akan coba bantu dari segi anggarannya, '' ujarnya.

Bukan hanya itu, kesejahteraan dalam hal kemudahan dan keringanan berobat menjadi pertimbangan. Dengan demikian, kader kesehatan semakin berlomba-lomba meningkatkan kualitas kesehatan diri, keluarga, serta lingkungannya. ''Termasuk fasilitas supaya kader dapat berobat gratis juga akan dipikirkan sistemnya. Mungkin lewat fasilitas kartu yang lebih sistematis dan menyeluruh,'' tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Risma juga menjelaskan program peningkatan kesehatan pada 2010 ini. Termasuk, peningkatan anggaran kesehatan 2010 menjadi Rp 236,17 miliar dari sebelumnya Rp 231,58 miliar. Anggaran kesehatan itu akan digunakan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat miskin, pemerataan layanan kesehatan, serta peningkatan sarana dan prasarana kesehatan. ''Misalnya, pembangunan rumah sakit daerah dan rehab atau pembangunan gedung puskesmas,'' jelas mantan kepala DKP tersebut.

Selain itu, kata Risma, usaha peningkatan kualitas kesehatan tak bisa lepas dari faktor pendidikan. Sebab, pendidikan memegang peran untuk mengarahkan paradigma masyarakat pada kesehatan. Terutama di Surabaya Utara yang masih menganggap penting kesehatan dan kebersihan lingkungan. Padahal, fasilitas kesehatan yang baik tak akan berjalan baik tanpa sumber daya yang baik. ''Jadi, pembangunan pendidikan digelontorkan juga demi kesehatan. Termasuk, pembangunan empat sekolah baru di Surabaya Utara,'' ujarnya.

Peningkatan pelayanan kesehatan pada masyarakat juga menjadi bahan paparan Direktur RSD dr M. Soewandhie Lilian Anggraeny. Selain terus meningkatkan sarana dan prasarana, kualitas pelayanan kesehatan menjadi perhatian. Tak terkecuali bagi pasien asal Surabaya Utara yang 60-80 persen adalah pasien miskin. ''Itu juga terlihat dari diare yang merupakan penyakit terbanyak rawat inap pada 2009,'' ungkapnya.

Peningkatan perekonomian sebagai landasan peningkatan kesehatan juga didukung Camat Simokerto Achmad Widyantoro. Hal itu tergambar dari kondisi lingkungan di wilayahnya. Menurut dia, masyarakat miskin rentan terhadap penyakit dan mudah terjadi penularan penyakit karena berbagai kondisi. Di antaranya, kurangnya kebersihan lingkungan, perumahan yang saling berimpitan, perilaku hidup bersih masyarakat belum membudaya, serta masih rendahnya pengetahuan terhadap kesehatan. ''Padahal, sehat itu investasi,'' tegasnya.

Kondisi tersebut diamini Kepala Dinkes Esty Martiana Rachmie. Di Surabaya Utara khususnya, perilaku atau budaya yang tidak memperhatikan kesehatan masih sangat kental. Alhasil, penyakit-penyakit seperti demam berdarah, diare, pneumonia, hingga TBC selalu menduduki peringkat teratas penyakit di Surabaya Utara. ''Belum lagi akurasi data dan kependudukan yang memang menjadi persoalan karena menjadi jujukan warga pendatang,'' jelasnya.
Anda sedang membaca artikel tentang Pemkot Tingkatkan Anggaran Kesehatan 2010 Rp 236,17 Miliar dan anda bisa menemukan artikel Pemkot Tingkatkan Anggaran Kesehatan 2010 Rp 236,17 Miliar ini dengan url https://anandanurhadi.blogspot.com/2010/03/pemkot-tingkatkan-anggaran-kesehatan.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Pemkot Tingkatkan Anggaran Kesehatan 2010 Rp 236,17 Miliar ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link Pemkot Tingkatkan Anggaran Kesehatan 2010 Rp 236,17 Miliar sumbernya.
| More

0 comments:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Powered By Blogger

Pengikut

Laman

 

SKY DASHBOARD | Copyright © 2009 - Blogger Template Designed By BLOGGER DASHBOARD