KLH dan Anggota ASEAN sepakat Mulai Kompetisi Adipura 2012

Sabtu, 13 Maret 2010 ·
Dalam dua tahun ke depan, kota-kota besar di tanah air yang menjadi langganan Adipura harus tancap gas untuk meningkatkan standar pengelolaan lingkungan hidup. Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH) bersama 10 negara anggota ASEAN plus enam negara lain dari Asia Timur dan Pasifik (Australia, Selandia Baru, Tiongkok, India, Jepang, dan Korea Selatan) bersepakat untuk memulai kompetisi lingkungan hidup pada 2012.

Asisten Deputi Urusan Pengendalian Pencemaran Limbah Domestik dan Usaha Skala Kecil KLH Tri Bangun Sony mengatakan, negara-negara yang tergabung dalam ASEAN Working Group on Environmentally Sustainable Society (AWGESC) sepakat untuk memulainya dari ASEAN dulu.

''Kalau semua ikut, saingannya berat. Kita harus bersaing dengan Kitakyushu (Jepang) dan kota-kota Australia yang sudah maju pengelolaan sampahnya,'' kata Sony di Jakarta kemarin (13/3).

Meski hanya diikuti anggota ASEAN, negara-negara Asia Timur dan Pasifik tetap ikut berperan. Mereka ikut mengawasi ''adipura'' ASEAN itu dengan menjadi bagian dari proses penjurian. ''Ada komitmen bantuan juga,'' ujarnya.

Pemilihan kota yang dilombakan, ungkap Sony, ditentukan pemerintah masing-masing. Karena itu, tidak semua kota di Indonesia bisa ikut. ''Kompetisi itu terbatas untuk kota-kota besar. Pemerintah yang memilih kota yang paling berpeluang dilihat dari prestasi Adipuranya,'' tuturnya.

Kriteria lomba, lanjut Sony, mirip Adipura. Hanya, kriterianya lebih disempurnakan. Yang harus dipenuhi adalah kriteria clean air, clean water, dan clean land. Selama ini Adipura cenderung berkutat pada clean land. ''Kriterianya nanti lebih kompleks. Untuk clean air, disebutkan harus ada pengurangan emisi dari sampah sebesar enam persen,'' terangnya.

Selain itu, kata Sony, pengelolaan lingkungan harus berdampak signifikan pada kesejahteraan masyarakat, baik secara ekonomi, kesehatan, maupun pendidikan. ''Termasuk ketahanan pangan. Lalu, akses atas kebutuhan dasar seperti air minum dan kemampuan kota itu memberdayakan masyarakat,'' jelasnya.

Faktor kenyamanan juga menjadi bahan penilaian. Kota yang environmentally sustainable, kata Sony, juga harus memberikan rasa nyaman untuk publik. Itu bisa dilihat dari adanya jalur pejalan kaki yang nyaman dan memanusiakan. Ruang publik pun harus dilengkapi area hijau penuh pepohonan. ''Pokoknya, kota tersebut harus enak dipandang dan nyaman,'' ujarnya.

Dalam waktu dekat, kata Sony, AWGESC akan mengadakan pertemuan lagi di Brunei Darussalam. Itu khusus membicarakan kesepakatan yang sudah dibuat agar lebih praktis. ''Akan lebih detail kami bahas di sana. Kompetisi lingkungan hidup pasti digelar pada 2012,'' katanya.
Anda sedang membaca artikel tentang KLH dan Anggota ASEAN sepakat Mulai Kompetisi Adipura 2012 dan anda bisa menemukan artikel KLH dan Anggota ASEAN sepakat Mulai Kompetisi Adipura 2012 ini dengan url https://anandanurhadi.blogspot.com/2010/03/klh-dan-anggota-asean-sepakat-mulai.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel KLH dan Anggota ASEAN sepakat Mulai Kompetisi Adipura 2012 ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link KLH dan Anggota ASEAN sepakat Mulai Kompetisi Adipura 2012 sumbernya.
| More

0 comments:

Posting Komentar

Cari Blog Ini

Powered By Blogger

Pengikut

Laman

 

SKY DASHBOARD | Copyright © 2009 - Blogger Template Designed By BLOGGER DASHBOARD