Susno pun menyatakan kesediaan jika memang dicalonkan dan mendapat amanah. Tetapi, jenderal polisi kelahiran Pagar Alam, Sumsel, 1 Juli 1954, itu justru berharap ada calon yang lebih baik ketimbang dirinya.
''Selama itu amanah dan mendapat izin Allah, saya bersedia. Saya tidak mau mencalonkan. Tetapi, saya menginginkan ketua (KPK) nanti adalah orang yang lebih baik daripada saya,'' tutur Susno setelah acara bedah buku Bukan Testimoni Susno karya IzHarry Agusjaya Moenzir di Bandung kemarin (5/3).
Susno tak mau bicara soal pencalonannya sebagai ketua KPK. Mantan wakil kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Kapolda Jabar tersebut kini lebih menginginkan namanya direhabilitasi. Apalagi, rehabilitasi nama Susno itu disinggung dalam sidang paripurna DPR kemarin dan didukung dua fraksi.
''Saya punya anak, istri, dan cucu. Apalagi, kasus Century terbongkar,'' ujar pria yang pernah memicu kontroversi terkait dengan polemik cicak dan buaya tersebut.
Susno menyatakan, keberaniannya berbicara jujur kepada publik didasari fakta yang diyakininya benar. Walau mengaku ditawari suap hingga Rp 3 triliun, dia bergeming dan tetap ''menyanyi''. ''Jabatan saya yang dicopot buktinya.
Saya senang dicopot sehingga lebih bebas mengungkapkan kebenaran. Jabatan itu membuka pintu dosa,'' ungkap suami Herawati dan bapak dua putri itu.




Posting Komentar