Bedah Plastik di Luar Negeri Lebih Diminati?

Jumat, 02 April 2010 · 0 comments
Bedah plastik saat ini makin banyak dilakukan, dan bagi sebagian orang menjadi sebuah kebutuhan. Bukan hanya karena untuk memperbaiki penampilan tetapi juga karena alasan kesehatan dan psikologis. Berbagai klinik dan rumah sakit pun saat ini juga terdapat perawatan bedah plastik.

Sayangnya, cukup banyak orang Indonesia yang melakukan 'permak' wajah atau tubuh justru menjalani prosedur ini di luar negeri. Padahal, menurut dokter Teddy O.H. Prasetyono, Sekretaris Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Indonesia (PERAPI), biaya operasi plastik di Indonesia lebih terjangkau, dan kualitas dokter-dokternya pun tak kalah bagus dari dokter di luar negeri.

Lantas, mengapa banyak orang Indonesia lebih memilih bedah plastik di luar negeri dibandingkan di negeri sendiri?

dr. Teddy menjelaskan, informasi seputar bedah plastik di Indonesia belum seterbuka di luar negeri. Menurutnya, melakukan edukasi tentang bedah plastik yang aman pada masyarakat secara terbuka, agak sulit karena dianggap tidak etis. Padahal masyarakat membutuhkan informasi yang tepat dan benar tentang bedah plastik yang aman.

"Di Indonesia dokter bedah plastik tidak bisa bebas memberikan edukasi dan informasi tentang bedah plastik. Tidak seperti dokter-dokter yang ada luar negeri. Padahal masyarakat awam perlu diberikan edukasi mengenai bedah plastik yang aman. Mereka juga tidak bisa membedakan mana dokter yang memang memiliki latar belakang keahlian bedah plastik dan mana yang tidak," kata dr. Teddy, saat dihubungi melalui telepon.

Padahal, untuk biaya, bedah plastik di Indonesia termasuk lebih terjangkau dibandingkan di luar negeri, seperti Singapura atau Amerika. Dokter bedah plastik Indonesia juga sangat berkualitas dan memiliki kompetensi yang sama dengan dokter luar negeri.

Biaya yang dibutuhkan untuk bedah plastik di Indonesia mencapai puluhan juta rupiah, tergantung dari tindakan yang diberikan. Pemilihan tempat bedah plastik, juga menjadi hal yang berpengaruh pada biaya. Di rumah sakit pemerintah biaya yang dikeluarkan biasanya lebih terjangkau dari rumah sakit swasta.

Agar Tak Gagal Operasi Plastik

· 0 comments
Bedah plastik saat ini tak hanya bisa dilakukan di rumah sakit, namun klinik kecantikan, bahkan salon pun sudah menyediakan pelayanan 'permak' wajah atau tubuh ini. Sayangnya, masih banyak wanita yang tidak mementingkan keamanan prosedur ini. Akibatnya, tak sedikit korban yang muncul karena operasi plastik yang gagal.

Lalu, bagaimana memilih tempat untuk melakukan bedah plastik yang aman?

Menurut dokter Teddy O.H. Prasetyono, Sekretaris Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Indonesia (PERAPI), riset dan menggali informasi dari dokter yang kompeten sangat penting sebelum seseorang memutuskan untuk melakukan bedah plastik.

Untuk mengetahui apakah dokter yang dipilih kompetensi untuk melakukan bedah plastik, cara paling sederhana adalah melihat di situs www.perapisurgeon.org. Dalam situs tersebut terdapat nama dokter bedah plastik Indonesia yang tergabung dalam PERAPI dan kompetensinya tidak diragukan.

"Selain melihat dalam situs, cara lain adalah menanyakan kepada dokter tersebut sertifikat atau latar belakang akademis. Hal ini sangat penting jika pasien memang tidak mengetahui latar belakang dokter dan mereka memang memiliki hak untuk mengetahuinya," kata dr. Teddy menjelaskan.

Setelah memilih dokter yang tepat, langkah selanjutnya adalah konsultasi. Konsultasi bisa dilakukan 2 hingga 3 kali tergantung kondisi pasien. Hal itu karena menurut dokter Teddy, pasien harus tahu apa yang dia mau dan yakin dengan keputusannya.

"Pasien harus tahu apa yang dia mau. Bukan mengikuti orang lain apalagi tren. Kalau menghadapi pasien seperti itu, tentunya dokter harus mengarahkan dengan benar. Sepuluh tahun lalu banyak pasien yang melakukan bedah plastik karena ingin mirip seseorang artis, tetapi saat ini pasien sudah mulai tahu apa yang mereka inginkan, hal itu karena mereka sudah menggali informasi yang tepat sebelum memutuskan," ujar dr. Teddy.

Jika memang belum yakin untuk melakukan bedah plastik pada seorang dokter, Anda bisa melakukan komparasi dengan dokter lain. Rasa nyaman dan yakin memang sangat penting dalam melakukan bedah plastik. Kondisi psikologis juga harus dipersiapkan. Karena itu, proses konsultasi sangat penting sebelum melakukan tindakan bedah.

Melakukan perbandingan juga dianjurkan oleh dr. Teddy, jika memang pasien belum yakin. Tetapi pastikan Anda melakukan perbandingan dengan dokter yang juga memiliki latar belakang bedah plastik.

Hal yang perlu Anda tahu adalah, hasil akhir dari bedah plastik membutuhkan waktu. "Tidak lantas setelah dilakukan pembedahan terjadi perubahan. Untuk final result butuh waktu dan bisa tiga minggu atau satu bulan tergantung dari bagian yang dioperasi. untuk nose jobs lebih lama, bisa sampai satu tahun," kata dr. Teddy.

Langgar Belok Kiri Didenda Rp 500 Ribu

· 0 comments
Undang Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan resmi diberlakukan hari ini. Salah satu pasal, yakni Pasal 112 ayat (3) mengatur pengemudi kendaraan dilarang langsung berbelok kiri di persimpangan yang memiliki traffic light. Apabila aturan ini dilanggar, maka pengendara diancam denda hingga Rp 500 ribu.

“Di persimpangan jalan yang terdapat alat pemberi isyarat lalu lintas, pengemudi dilarang langsung belok, kecuali memang ditentukan lain oleh rambu lalu lintas atau pemberi isyarat lalu lintas,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Komisaris Besar Condro Kirono di Jakarta.

Itu sebabnya, Condro mengingatkan para pengguna kendaraan bermotor untuk berhati-hati dan memperhatikan rambu larangan belok kiri langsung.

Selain larangan belok kiri langsung, pengendara sepeda motor juga wajib menyalakan lampu utama motor pada siang hari. Apabila larangan ini tidak ditaati, maka mereka diancam denda Rp 100 ribu.

Sementara bagi pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm standar di jalan raya, mereka juga akan dikenakan denda sampai Rp 250 ribu.

Condro menyebutkan pelanggaran terhadap rambu lalu lintas merupakan kasus tertinggi, khususnya di Ibukota Jakarta.

Sebelumnya Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Katon Pinem mengatakan sebelum penindakan dilakukan hari ini, polisi telah melaksanakan sosialisasi selama satu tahun terakhir.

"Kami sudah imbau kepada seluruh pengendara kendaraan untuk memahami UU baru ini," katanya.

Banyak Pengemudi Tak Tahu UU Lalu Lintas"

· 0 comments
Mulai 1 April 2010, UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan diterapkan. Tapi, ternyata belum semua anggota masyarakat tahu soal beratnya sanksi pidana dan denda yang akan diberikan kepada pelanggar lalu lintas.

“Lima bulan terakhir saya keliling ke sejumlah daerah di Indonesia untuk menyosialisasikan UU ini, termasuk Lampung. Tapi, banyak yang yang belum tahu,” kata anggota Komisi V DPR melalui siaran pers yang diterima VIVAnews, Kamis 1 April 2010.

Menurut dia, hal itu terjadi karena kurang masifnya sosialisasi yang dilakukan masing-masing pemerintah daerah dan aparat kepolisian di daerah. Padahal, kata dia, UU ini sudah disahkan sejak 22 Juni 2009.

Dia menyontohkan banyak pengemudi sepeda motor yang belum tahu soal kewajiban penggunaan helm standar nasional Indonesia (SNI).

Padahal, kata Hakim, berdasarkan Pasal 291, setiap orang yang mengemudikan sepeda motor tidak mengenakan helm SNI terancam pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda sampai Rp 250.000.

Dan ayat 2 Pasal 291 mengatakan setiap orang yang mengemudikan sepeda motor yang membiarkan penumpangnya tidak mengenakan helm terancam pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda hingga Rp 250.000.

Sanksi berat juga diberikan pada pengendara yang ugal-ugalan sehingga membahayakan pengendara lain. Setiap orang yang sengaja mengemudikan kendaraan yang membahayakan orang lain, terancam pidana penjara paling lama satu tahun atau denda sampai Rp 3.000.000.

Jika perbuatan itu menyebabkan kecelakaan, maka sanksi denda atau pidana yang dikenakan akan bertambah. Sanksi pidana yang dikenakan berkisar antara 4 sampai 12 tahun dan denda hingga Rp 24 juta rupiah.

“Sanksi yang diatur dalam UU memang berat. Tapi tujuannya untuk melindungi pengguna jalan. Karena itu, agar tidak disalahgunakan dan masyarakat tidak dirugikan, UU ini harus disosialisasikan secara masif sehingga masyarakat sampai lapisan bawah mengetahui dan tidak melakukan pelanggaran,” kata Hakim.

Nia Ramadhani Minta Pernikahannya Tak Dikaitkan dengan Lapindo

· 0 comments
Menjelang pernikahan Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie, muncul suara-suara yang memprotes hajatan tersebut. Beberapa pihak menilai keduanya tidak pantas menggelar pesta mewah di saat ribuan orang menderita akibat lumpur Lapindo.

Namun Nia Ramadhani berharap kalau pernikahannya tidak dikaitkan dengan lumpur Lapindo. "Tolong yah, ini kan acara keluarga, kami ingin jangan dipolitisasi, jangan dikait-kaitkan dengan lumpur Lapindo. Tidak ada hubungannya," jelas Priya Ramadhani, ayahanda Nia, ketika berbincang dengan detikhot lewat sambungan telepon, Rabu (31/3/2010).

Priya berharap pernikahan Nia nanti bisa berjalan lancar, tanpa ada hambatan. Mengenai curahan hati para korban lumpur Lapindo, Priya memahaminya.

"Saya mengerti, tapi mohon ini semua kan sekali seumur hidup," imbuhnya.

Jika nanti ketika hari H ada aksi demonstrasi yang memprotes pernikahan Nia dan Ardie, Priya dapat memahaminya. Pihak keluarga Nia dan Bakrie pun tidak menyiapkan pengamanan khusus.

"Nggak ada, biasa saja kok," tandasnya.

Ardie Bakrie Pengen 12 Anak

· 0 comments
Rasa syukur terus-menerus dipanjatkan pasangan baru Nia Ramadhani dan Ardie Bakrie yang telah resmi menjadi suami istri pada Kamis (1/4) kemarin. Melalui prosesi ijab kabul yang sakral, keduanya terlihat begitu bahagia atas berkah yang diberikan. Apalagi acara yang berlangsung terbilang lancar tanpa kekurangan sesuatu apapun.

"Alhamdulillah, aku sangat terharu, tapi semuanya berjalan lancar. Berkat doa semuanya, sekarang kami sudah resmi jadi suami istri," ungkap Nia. "Kalau orang bilang status kami sudah Pasutri," sahut Ardie dengan senyum merekah.

Ditemui usai melangsungkan ijab kabul di Hotel Mulia, Jakarta, Ardie mengaku belum memastikan di mana mereka akan tinggal nantinya. Soal bulan madu pun demikian. "Yang pasti kita akan tinggal bersama. Kalau bulan madu belum terpikirkan, masih sibuk dengan kerjaan. Tapi rencananya sih pengen jalan-jalan sama keluarga ke Afsel, nonton Piala DuNia. Kebetulan keluarga suka bola," ujarnya.

Sementara itu, Nia yang tampak cantik dengan balutan kebaya putih mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak merasa tegang saat akad berlangsung. Ia hanya merasa acara itu begitu sakral. "Saya sih tegangnya ntar malem, insya Allah," tukas Ardie yang disambut gelak tawa media.

Sedangkan saat disinggung mengenai momongan, putra pengusaha besar tanah air ini langsung tersenyum. "Pengen 12, serius...," tandasnya.

Bombastis, Resepsi Nikah Nia Ramadhani-Ardi Bakrie Habiskan Miliaran

· 0 comments
Kemewahan resepsi pernikahan Nia Ramadhani ternyata hadiah dari sang mertua, Aburizal Bakrie atau yang akrab disapa Ical. Kabarnya sekali resepsi, ayah Ardi Bakrie itu merogoh kocek hingga Rp 10 miliar. Resepsi akan digelar 2 kali.

Keluarga Bakrie menganggap isu besarnya dana pernikahan Nia-Ardi tersebut sebagai hal yang bombastis. "Ah nggak ya, kalau segitu kayaknya terlalu bombastis. Jauh dari angka tersebut," kata kakak Adri, Anindya Noverdian Bakrie saat ditemui seusai pesta pernikahan adiknya dengan Nia di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (1/4/2010).

Presiden Direktur PT. Bakrie Telecom itu menolak membuka berapa biaya pesta pernikahan adiknya. Bagi putra salah seorang terkaya di Asia Tenggara versi Forbes itu, seberapapun biaya yang keluar tidak masalah asalkan bisa membuat tamu yang hadir puas. "Yang penting bisa menjamu tamu yang hadir," kata Anindya.

Nia dan Adri menggelar pesta pernikahan sebanyak dua kali, yaitu pada Kamis (1/4/2010) malam ini dan Jumat (2/4/2010) malam besok. Tempatnya sama, di Hotel Mulia. Pesta resepsi digelar hingga dua kali karena takut keluarga dan kerabat dari kedua mempelai tidak tertampung jika resepsi hanya digelar sekali.

Bagi Anindya, ayahnya, Aburizal Bakrie, memang ingin menggelar pesta sebagus mungkin sebagai hadiah perkawinan untuk Ardi dan Nia. Biaya pesta besar dianggap wajar karena tamu yang diundang juga tidak sedikit. "Ya kurang lebih persis seperti itu. Jadi memang cukup besar karena pengunjungnya juga banyak," kata putra sulung Aburizal Bakrie itu.

Pesta pernikahan mewah yang didominasi berwarna putih itu dihadiri lebih dari 2.000 undangan. Keluarga merasa senang dengan banyaknya tamu yang datang dari berbagai kalangan.

Sebelum pesta pernikahan, Nia dan Ardi melakukan prosesi siraman yang dananya menghabiskan ratusan juta. Kemudian resepsi pernikahan mereka dilakukan 2 kali di Hotel Mulia. Tidak cuma itu, usai resepsi juga ada wayangan. Untuk wayangan dana yang terkucur mencapai Rp 300 juta. Sebelumnya Juru Bicara Keluarga Bakrie Lalu Mara membantah isu dana perkawinan Nia-ardi mencapai Rp 100 miliar.

Cari Blog Ini

Powered By Blogger

Pengikut

Laman

 

SKY DASHBOARD | Copyright © 2009 - Blogger Template Designed By BLOGGER DASHBOARD